Sabtu, Oktober 17, 2009
Hikmah Syawalan (Syawal 1430 H)
http://public.kompasiana.com/2009/10/09/hikmah-syawalan/
Hikmah Syawalan
Oleh muthofar - 9 Oktober 2009 - Dibaca 339 Kali -
Hikmah Syawalan di dusun saya Gerselo Patalan Jetis Bantul DIY disampaikan oleh seorang satpam (security). Saya mengetahui dia seorang satpam juga dari ustad itu disaat membuka ceramah syawalan. Syawalan ini adalah tradisi pemuda/pemudi bersyawalan dengan membaca ikrar syawalan dari wakil pemuda/pemudi yang diwakili oleh ketua pemuda sub tengah dan dijawab oleh sesepuh/orang tua yang pada syawalan tahun ini 1430 H diwakili oleh kepala dusun Gerselo.
Pelu saya kenalkan disini bahwa dusun Gerselo adalah dusun yang menurut sejarah yang dituturkan oleh sesepuh-sesepuh dusun sebagai dusun yang tidak bisa dimasuki oleh Belanda. Banyak para pejuang kemerdekaan yang berjuang untuk republik dan kedaulatan Yogyakarta di dusun kami. Mereka ada yang sudah meninggal, namun kenangan perjuangan mereka terus membara dihati kami.
Kembali kepada acara syawalan, isi dari ceramah syawalan ini pendek hanya satu hadist, namun memiliki arti yang luas, penting dan mendalam. Ustadz menerangkan akan arti syawalan kepada kami, dan setelah itu ustadz mengisahkan satu buah hadist yang berkaitan tentang diterimanya puasa umat islam oleh Allah swt. Kurang lebihnya isi ceramah itu adalah sebagai berikut. semoga bermanfaat.
‘idul fitri artinya adalah kembali fitroh, fitroh artinya suci (seperti bayi yang lahir tanpa dosa).
Kenapa bisa fitroh? karena mereka saling maaf memaafkan satu sama lain, dan meningkatkan amal ibadahnya di bulan syawal (syawal artinya meningkat), dengan tidak mengulangi dosa-dosa yang telah lalu (apalagi sudah bermaafmaafan).
Dan bagi umat islam ini penting arena disaat umat islam tidak saling maaf memaafkan maka puasanya selama bulan ramadhan tidak diterima Allah swt.
Hal ini sesuai dengan hadist nabi Muhammad saw yang menyebutkan bahwa nabi Muhammad saw saat bulan syawal (akan berkhotbah ‘idul fitri) membaca aamiin, aamiin, aamiin, dan diterangkan oleh nabi Muhammad saw bahwa malaikat jibril telah berdoa Ya Allah swt jangan terima puasanya umat islam yang durhaka kepada orang tuanya, Ya Allah swt jangan terima puasanya umat islam wanita yang berani dengan lelakinya, Ya Allah swt jangan terima puasanya umat islam yang tidak memaafkan sesamanya, dan diamiini oleh Nabi Muhammad saw dengan aamiin, aamiin, aamiin.
Saya menuliskan hikmah syawalan ini setelah saya membaca sebuah blog yang menceritakan tentang hikmah puasa bagi non muslim yang ditulis oleh Olivia. Saya tidak membaca semua tulisannya namun saya membaca dirinya merasakan penting akan tradisi memaafkan untuk kehidupan berbangsa dan bernegara, menurut dirinya. Tulisan itu kemudian saya berikan komentar yang berisi hikmah syawalan dari ustad yang saya dengarkan saat mengikuti syawalan. Dan memang umat islam perlu lebih mensyukuri akan syawalan, karena memiliki manfaat bagi diri sendiri bahkan umat non islam juga turut merasakannya.
Saya termasuk yang tidak ingat akan hadist tersebut, dan saya mengucapkan terimakasih kepada ustadz pengisi ceramah syawalan muda/mudi dusun Gerselo. Karena ustad telah mengingatkan saya dan kami warga dusun Gerselo akan arti penting syawalan beserta hadis dari Rasulullah Muhammad saw. Meskipun sebenarnya kami juga mengharapkan agar untuk diwaktu yang akan datang lebih banyak lagi ilmu bisa disampaikan oleh ustadz.
Saya menjadi salah satu yang mengulang-ulang mengingat hadist tersebut hingga saya masih menghafalnya sampai sekarang. Dan pada waktu yang singkat tersebut kami juga bisa menjadikan syawalan kami lebih berarti dan bermanfaat. Kesedihan kami karena pendeknya ceramah bisa terobati dengan tingginya makna hadist yang telah disampaikan. Terimakasih ustadz.
VIVA REPUBLIK.
Tags: agama, Hadist, Islam, Muhammad saw, Rasullullah, syawalan
Hikmah Syawalan
Oleh muthofar - 9 Oktober 2009 - Dibaca 339 Kali -
Hikmah Syawalan di dusun saya Gerselo Patalan Jetis Bantul DIY disampaikan oleh seorang satpam (security). Saya mengetahui dia seorang satpam juga dari ustad itu disaat membuka ceramah syawalan. Syawalan ini adalah tradisi pemuda/pemudi bersyawalan dengan membaca ikrar syawalan dari wakil pemuda/pemudi yang diwakili oleh ketua pemuda sub tengah dan dijawab oleh sesepuh/orang tua yang pada syawalan tahun ini 1430 H diwakili oleh kepala dusun Gerselo.
Pelu saya kenalkan disini bahwa dusun Gerselo adalah dusun yang menurut sejarah yang dituturkan oleh sesepuh-sesepuh dusun sebagai dusun yang tidak bisa dimasuki oleh Belanda. Banyak para pejuang kemerdekaan yang berjuang untuk republik dan kedaulatan Yogyakarta di dusun kami. Mereka ada yang sudah meninggal, namun kenangan perjuangan mereka terus membara dihati kami.
Kembali kepada acara syawalan, isi dari ceramah syawalan ini pendek hanya satu hadist, namun memiliki arti yang luas, penting dan mendalam. Ustadz menerangkan akan arti syawalan kepada kami, dan setelah itu ustadz mengisahkan satu buah hadist yang berkaitan tentang diterimanya puasa umat islam oleh Allah swt. Kurang lebihnya isi ceramah itu adalah sebagai berikut. semoga bermanfaat.
‘idul fitri artinya adalah kembali fitroh, fitroh artinya suci (seperti bayi yang lahir tanpa dosa).
Kenapa bisa fitroh? karena mereka saling maaf memaafkan satu sama lain, dan meningkatkan amal ibadahnya di bulan syawal (syawal artinya meningkat), dengan tidak mengulangi dosa-dosa yang telah lalu (apalagi sudah bermaafmaafan).
Dan bagi umat islam ini penting arena disaat umat islam tidak saling maaf memaafkan maka puasanya selama bulan ramadhan tidak diterima Allah swt.
Hal ini sesuai dengan hadist nabi Muhammad saw yang menyebutkan bahwa nabi Muhammad saw saat bulan syawal (akan berkhotbah ‘idul fitri) membaca aamiin, aamiin, aamiin, dan diterangkan oleh nabi Muhammad saw bahwa malaikat jibril telah berdoa Ya Allah swt jangan terima puasanya umat islam yang durhaka kepada orang tuanya, Ya Allah swt jangan terima puasanya umat islam wanita yang berani dengan lelakinya, Ya Allah swt jangan terima puasanya umat islam yang tidak memaafkan sesamanya, dan diamiini oleh Nabi Muhammad saw dengan aamiin, aamiin, aamiin.
Saya menuliskan hikmah syawalan ini setelah saya membaca sebuah blog yang menceritakan tentang hikmah puasa bagi non muslim yang ditulis oleh Olivia. Saya tidak membaca semua tulisannya namun saya membaca dirinya merasakan penting akan tradisi memaafkan untuk kehidupan berbangsa dan bernegara, menurut dirinya. Tulisan itu kemudian saya berikan komentar yang berisi hikmah syawalan dari ustad yang saya dengarkan saat mengikuti syawalan. Dan memang umat islam perlu lebih mensyukuri akan syawalan, karena memiliki manfaat bagi diri sendiri bahkan umat non islam juga turut merasakannya.
Saya termasuk yang tidak ingat akan hadist tersebut, dan saya mengucapkan terimakasih kepada ustadz pengisi ceramah syawalan muda/mudi dusun Gerselo. Karena ustad telah mengingatkan saya dan kami warga dusun Gerselo akan arti penting syawalan beserta hadis dari Rasulullah Muhammad saw. Meskipun sebenarnya kami juga mengharapkan agar untuk diwaktu yang akan datang lebih banyak lagi ilmu bisa disampaikan oleh ustadz.
Saya menjadi salah satu yang mengulang-ulang mengingat hadist tersebut hingga saya masih menghafalnya sampai sekarang. Dan pada waktu yang singkat tersebut kami juga bisa menjadikan syawalan kami lebih berarti dan bermanfaat. Kesedihan kami karena pendeknya ceramah bisa terobati dengan tingginya makna hadist yang telah disampaikan. Terimakasih ustadz.
VIVA REPUBLIK.
Tags: agama, Hadist, Islam, Muhammad saw, Rasullullah, syawalan
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
Dodik
ARTIKEL2 SAYA UNTUK KOMPETISI iB
(BANK SYARIAH) KOMPAS SEPT - OKT 2009
1. BANK SYARIAH
2. PENGALAMAN SAYA MEMILIKI TABUNGAN SYARIAH
3. iB Kepanjangan dari Bank Islam
4. Bank Dibagi Dua
5. 5. Memilih bank indonesia, bank syariah, atau bank dunia
dari KCM
ke muthofarhs.si@gmail.com
tanggal 22 Oktober 2009 15:50
subjek tulisan terfavorit IB blogger competition
Kepada
YTh. Bp. Muthofar
Selamat,
karena tulisan anda terpilih menjadi salah satu dari 5 tulisan terfavorit IB blogger competition.
Silahkan cek di Kompasiana-IB blogger competition.
Untuk itu, kami mohon kesediaannya untuk mengirim alamat lengkap dan nomor telp. yang bisa kami hubungi untuk kebutuhan pengiriman merchandise.
Terimakasih.
DIRGAHAYU RI KE 64 SEMOGA SELAMAT SEJAHTERA RES PUBLICA
Satu miliar rupiah untuk satu web porno
Akhirnya, dalam sejarah bangsa Indonesia, kita mempunyai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). UU ITE baru saja disahkan 25/3/2008. Segudang harapan untuk mengatasi berbagai masalah dan juga aspek hukum yang bersinggungan dengan dunia internet mulai terlihat. Hal yang paling mencolok dan sedang menjadi topik hangat di kalangan pengguna internet adalah tentang web yang berbau pornografi. Bagaimana RUU ITE ini menyikapinya?
Lihat saja bab VII, pasal 26, ayat 1
Konsekuensinya bisa dilihat di bab XI, pasal 42, ayat 1








0 komentar:
Poskan Komentar